Hebat rasanya bilamana
mendengar seorang wanita lulusan universitas ternama, bekerja di perusahaan
mentereng serta dengan gaji sekian puluh juta per bulan. WOW! Tampaknya
kesuksesan telah ia raih. Namun benarkah seperti itu?
Yang telah maklum di
masyarakat kita, kesuksesan lebih dinilai dari segi materi, sehingga jika
sesuatu yang tidak menghasilkan materi dianggap remeh. Itulah penyebab rasa
malu, minder yang kerap menghinggapi sebagian ibu rumah tangga. Selama ini
masyarakat menganggap wanita yang berkarier dan memiliki kedudukan jauh lebih
terhormat dibanding dengan wanita yang mengabdikan dirinya untuk keluarga.
Bahkan ada sebagian yang menganggap aneh, bila ada wanita yang bercita-cita
untuk tetap tinggal di rumah. Mereka menganggap mubadzir pendidikan yang
ditempuhnya selama ini.
Wah wah wah.. Padahal
tempat terbaik bagi wanita untuk mengaktualisasikan dirinya adalah rumahnya.
Dari rumah mereka terbebas dari gangguan dan segala kemadharatan yang
membahayakan keselamatan jiwa dan agamanya. Dari rumah pula mereka akan
mencetak generasi-generasi Islami yang tangguh yang akan menjadi pondasi
tegaknya suatu bangsa. Meski demikian, para wanita tetap diizinkan untuk
beraktivitas keluar. Para wanita bisa bekerja diluar khususnya pada
bidang-bidang yang membutuhkan sentuhan wanita, seperti tenaga medis dan
pendidik. Namun yang kerap menjadi permasalahan adalah bagaimana wanita
tersebut memposisikan diri. Tidak hanya asal berkarier, apalagi kalau hanya
mengikuti trend mode masyarakat tanpa memperhatikan sisi syar’i seperti
mendapat izin suami, aman bagi keselamatan dan kehormatan dirinya serta menutup
aurat. Karena Rasulullah bersabda, “Kalian telah diizinkan keluar untuk
memenuhi kebutuhan kalian.” (HR Bukhari).
Pertumbuhan generasi
suatu bangsa pertama kali ada didalam buaian para ibu. Ini berarti para ibu
telah mengambil peran penting dalam pembentukan pribadi sebuah generasi.
Mengajari akidah yang lurus, mengajarkan akhlak mulia serta adab dan ilmu-ilmu
yang bermanfaat. Maka tak sepantasnya rasa malu dan minder menghinggapi para
ibu rumah tangga karena Allah telah menjamin pahala yang besar untuk mengganti
kelelahannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
write a comment . . .