selamat datang

Minggu, 23 Februari 2014

Segudang Keutamaan Untuk Ibunda



Hebat rasanya bilamana mendengar seorang wanita lulusan universitas ternama, bekerja di perusahaan mentereng serta dengan gaji sekian puluh juta per bulan. WOW! Tampaknya kesuksesan telah ia raih. Namun benarkah seperti itu?
Yang telah maklum di masyarakat kita, kesuksesan lebih dinilai dari segi materi, sehingga jika sesuatu yang tidak menghasilkan materi dianggap remeh. Itulah penyebab rasa malu, minder yang kerap menghinggapi sebagian ibu rumah tangga. Selama ini masyarakat menganggap wanita yang berkarier dan memiliki kedudukan jauh lebih terhormat dibanding dengan wanita yang mengabdikan dirinya untuk keluarga. Bahkan ada sebagian yang menganggap aneh, bila ada wanita yang bercita-cita untuk tetap tinggal di rumah. Mereka menganggap mubadzir pendidikan yang ditempuhnya selama ini.
Wah wah wah.. Padahal tempat terbaik bagi wanita untuk mengaktualisasikan dirinya adalah rumahnya. Dari rumah mereka terbebas dari gangguan dan segala kemadharatan yang membahayakan keselamatan jiwa dan agamanya. Dari rumah pula mereka akan mencetak generasi-generasi Islami yang tangguh yang akan menjadi pondasi tegaknya suatu bangsa. Meski demikian, para wanita tetap diizinkan untuk beraktivitas keluar. Para wanita bisa bekerja diluar khususnya pada bidang-bidang yang membutuhkan sentuhan wanita, seperti tenaga medis dan pendidik. Namun yang kerap menjadi permasalahan adalah bagaimana wanita tersebut memposisikan diri. Tidak hanya asal berkarier, apalagi kalau hanya mengikuti trend mode masyarakat tanpa memperhatikan sisi syar’i seperti mendapat izin suami, aman bagi keselamatan dan kehormatan dirinya serta menutup aurat. Karena Rasulullah bersabda, “Kalian telah diizinkan keluar untuk memenuhi kebutuhan kalian.” (HR Bukhari).
Pertumbuhan generasi suatu bangsa pertama kali ada didalam buaian para ibu. Ini berarti para ibu telah mengambil peran penting dalam pembentukan pribadi sebuah generasi. Mengajari akidah yang lurus, mengajarkan akhlak mulia serta adab dan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Maka tak sepantasnya rasa malu dan minder menghinggapi para ibu rumah tangga karena Allah telah menjamin pahala yang besar untuk mengganti kelelahannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

write a comment . . .