selamat datang

Jumat, 27 September 2013

A Thousand Year

Heart beats fast
Colours and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more
Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

And all along I believed that I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
One step closer
One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more

Senin, 23 September 2013

Hafidz Anti Galau

Kita semua tahu bahwa para penghafal Qur’an adalah orang-orang pilihan Allah. Dan Allah telah mengkhususkan mereka untuk menjadi keluarga Allah, “Ahlullah wa Khooshotuhu”. Namun bagaimana jika mereka -para pembawa al-Qur’an- mengalami saat-saat down dalam hidupnya? Bagaimana jika mereka sedang mengalami masa futur iman? Bukankah al imaanu yaziidu wa yanqush? Yaziidu bi ath thoah wa yanqushu bil ma’shiyah.

Akhir-akhir ini di kalangan remaja sedang marak kata-kata yang menggambarkan suasana hati. Entah siapa yang memulainya, sepertinya kata-kata tersebut ampuh untuk digunakan sebagai gambaran hati yang sedang futur. Galau. Di manapun, siapapun, dan kapanpun pasti ada kata itu. Facebook contohnya. Setiap menit pasti ada yang ngupdate status “galau”. Anak-anak kecil yang bermain pun tak lepas dari kata itu. Hatta ibu-ibu pelanggan sayur keliling mengenalnya.

Masya Allah…
Sudah menjadi sunnah kehidupan bahwa kita berada dalam kondisi hati yang berbeda-beda setiap waktu. Tak salah pula jika seseorang berada dalam keadaan futur. Begitu pula dengan para penghafal Qur’an, orang-orang pilihan Allah. Mereka juga manusia yang hatinya sangat mudah berubah-ubah. Walaupun mereka selalu berada bersama al-Qur’an, namun mereka juga mempunyai nafsu yang mengajak kepada kemaksiatan. Di sekitarnya pun ada setan-setan yang selalu menggoda untuk menjauhi al-Qur’an. Mereka juga bisa galau.

Salah satu penyebab galau adalah mengingat masa lalu. Mengingat masa lalu akan membawa kita kepada kebodohan dan ketakberdayaan. Jika kita bersedih atas apa yang telah terjadi pada masa lalu kita, tak akan mampu mengembalikan apa yang telah berlalu. Bersedih boleh, asal jangan meratapi. Cukup dijadikan pelajaran, tidak mengulangi lagi dan mohon ampun atas apa yang telah kita perbuat.

Tak sepantasnya sebagai seorang muslim –penghafal Qur’an khususnya-  mengumbar-umbar kesedihan dan kegalauan kita entah di dunia maya atau di dunia nyata. Cukup kita dan Sang Khaliq saja yang tahu. Berdo’a dan curhat padaNya akan jauh lebih baik dari pada kita nyetatus galau di beranda facebook atau tempat-tempat umum lainnya.

Akan lebih baik jika kita mengalihkan kegalauan kita dengan membaca al-Qur’an.  Allah berkalam dalam kitabNya, Fiihi syifaa’un linnaas. Al-Qur’an adalah penyembuh bagi kita semua. Dan galau, termasuk penyakit hati. Ia akan sembuh jika kita mengobatinya dengan obat yang benar, insyaAllah.

Tak masalah sesekali kita melihat ke belakang, memetik pelajaran dari apa yang telah kita kerjakan. Tapi tak harus dengan menyesalinya. Mengungkit masa lalu tak akan membuat yang buruk menjadi sesuatu yang baik. Amalan kita yang sekaranglah yang dapat menutupi kekurangan atau kejelekan kita di masa lalu itu. Tatap masa depan kita dengan wajah terangkat penuh keoptimisan. Ingat, masa lalu boleh kelam, tapi masa depan harus cemerlang.

Sebenarnya, yang membuat kita bahagia atau sedih adalah diri kita sendiri.Faman rodhiya fahuwa yarddho, wa man sakhitha fahuwa yaskhuth. Kita adalah yang memahami diri kita sendiri, bukan orang lain. So, jangan terlalu terbebani dengan keberadaan masa lalu –yang mungkin cukup kelam- kita. Hadapi hidup yang dijalani sekarang dengan optimis dan percaya diri. Karena air akan selalu mengalir ke depan, angin berhembus ke depan, dan kafilah pun akan selalu berjalan ke depan. Jangan pernah menyalahi sunnah kehidupan.

Yaa Muqollibal quluub, tsabbit quluubanaa ‘ala diinik..

Wallahu a’lam bish shawab.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Secarik Lembar Suara Kami

Kami adalah para pencari, pencari ilmu dan pencari pengalaman. Jangan bilang kami pencari masalah, jangan bilang kami pencari cinta, kami memang terbentur cinta, tapi itu bukan tujuan kami. Kami menempati sebuah kamar siap huni, dengan pecahan keramik memenuhi setiap rongganya. Seratus tujuh puluh lima kami keluarkan tiap bulan, tapi kami tak mendapatkan apa yang tiap kali kami suarakan. Kami adalah INTERMEZZO.
            Kini kami hanya bertujuh, mengarungi hari demi hari yang kian kali kian menyayat hati. Menikmati suara cetar membahana wanita dengan usia lanjut, memakan seadanya makanan kemarin sore adalah hal yang lumrah dalam perjalanan hidup kami disini. Tujuh hari dalam seminggu, penderitaan terus mendera dan ditebus hanya dengan satu hari kebahagiaan semu, lalu dilanjutkan perjuangan. Inilah hidup kami disini.
            Di pagi buta, suara menggelegar itu membahana, memenuhi seluruh ruang kecil kamar kami. Kami bergegas bangun, sebagian dari kami turun untuk mengambil air wudhu, sebagian lagi ada yang menunda sholat dan menyusup ke kamar mandi ada pula beberapa dari kami yang menetap di kamar. Inilah kami, para pembangkang.

            Sholat subuh usai, kami berebutan memakai kamar mandi. Bagaimana tidak, tujuh insan hanya mendapat satu kamar mandi itupun jika baknya terisi air. Sebagian mandi, sebagian lagi sarapan. Bukan roti dengan selai berteman susu, atau nasi dengan ayam goreng kremes yang kami santap, melainkan hanya seonggok tempe atau tahu menemani sepiring nasi, itupun sudah beruntung. Tak jarang kami hanya memakan lauk dan sayur mix kemarin sore, sungguh tak bergizi. Acara pagi ini selesai, kami para pencari telah rapi memakai seragam putih biru tua kami, melangkah ceria menuju sekolah, tempat yang setidaknya lebih nyaman untuk kami singgahi. Berjajar-jajar kami berjalan, membentuk sebuah formasi yang takkan hilang dalam memori, tapi sesaat kami berhambur. Lari pontang-panting tak karuan, kami baru saja melewati pertigaan, tempat seram versi kami. Lihat saja, seorang lelaki setengah menceng dengan genitnya mengejar kami. Dan itu telah berlangsung dua tahun lamanya. Jika dihitung-hitung, penderitaan itu belum sepenuhnya lenyap, ini baru pukul setengah tujuh masih ada berjam-jam lagi penderitaan yang menanti kami. Oleh sebab itu, kami melampiaskannya dengan kebodohan-kebodohan untuk membangkang. Selagi kami belum bisa mendapat seratus tujuh puluh lima kami dengan layak, maka kejahilan kami akan terus bertahan. Sempat terpikir untuk bertaubat, menimba-nimba ini sebagai bahan pelajaran hari demi hari, tapi mana kuat jika harus begini terus. Jangankan untuk penambahan kamar mandi, pecahan keramik itu masih diam teronggok bisu menemani hari-hari kami di ruang hampa ini. Sementara janji palsu terus mengalir, menyumpal sementara mulut-mulut kami, tengok saja atap di atas. Bocor tak henti membasahi kamar ini jika tangisan langit menimpanya, dan panasnya sungguh menyengat jika siang tiba. Kami menyadari tak ada yang sempurna, kamipun tak pernah meminta kesempurnaan, kami hanya minta kelayakan, sebagaimana seratus tujuh puluh lima yang kami serahkan tiap bulan, yang sepertinya tak salah jika ditanyakan kemana larinya. Ya, kamilah para pembangkang! Kamilah para pembangkang! Sekali lagi, kamilah para pembangkang!

Mesir, jenggot Dan Cadar Diburu

ABDUL SALAM BADR tak punya pilihan selain mencukur jenggotnya untuk menyelamatkan diri dari sasaran pemerintah dan militer Mesir yang kini memburu para pendukung presiden Islamis terguling Mohamad Mursy.
Hari-hari belakangan ini, tanda-tanda kesalehan yang jelas, sudah cukup untuk menarik kecurigaan pasukan keamanan di tempat-tempat pemeriksaan ibukota Kairo dan milisi sipil yang ingin menyerang kaum Islamis.
“Saya sedang menumpang taksi menuju kamar mayat, mengangkut mayat teman saya yang terbunuh dalam demonstrasi,” kata Badr dikutip DW. DE.
“Saya diberhentikan oleh sekelompok milisi karena saya berjenggot,” tambah laki-laki 29 tahun itu, yang mengaku bukan anggota setia kelompok organisasi politik manapun.
“Satu-satunya yang menyelamatkan saya adalah kenyataan bahwa saya sedang membawa mayat.”
Dan kemudian, di sebuah salon kecil berdebu, ia mencukur jenggotnya, “karena hidup akan lebih aman tanpa jenggot.”
Perburuan jenggot
Penggulingan Mursy, yang didukung kelompok al Ikhwan al Muslimun, telah memicu sebuah perburuan atas mereka yang dianggap sebagai para pengikutnya.
Kampanye ini dipupuk oleh media lokal Mesir, yang sepanjang hari menyiarkan gambar-gambar lelaki bersenjata yang dituduh melepaskan tembakan ke arah pasukan keamanan selama demonstrasi. [baca juga: Pakar Heran Media Mesir dukung Militer Gunakan Kekerasan]
Salah satu video yang memperlihatkan laki-laki berjenggot dengan bendera jihad menyerang laki-laki muda setelah mereka dilempar dari atap sebuah blok apartemen di Alexandria, telah menambah hiruk pikuk.
Media lokal dan pemerintah juga memberi label keras dengan menggeneralisir Ikhwanul Muslimin sebagai “teroris“.
Apa yang disebut sebagai “Komite Rakyat“ -- milisi yang tumbuh di lingkungan warga – telah menambah hidup semakin buruk, dengan memberi kesempatan warga untuk melampiaskan kemarahan, khususnya di Kairo setelah jam malam diberlakukan.
Laki-laki berjenggot atau perempuan dengan cadar penuh menutupi wajah atau niqab, sering dikaitkan sebagai Muslim relijius, dan dihubung-hubungkan sebagai pendukungIkhwanul Muslimin.
Menanggung Kekerasan Ikhwanul Muslimin
Sejumlah pemimpin Ikhwan selama ini berusaha mempromosikan pemakaian cadar selama satu tahun masa kekuasaan Mursy.
Tapi kini, simbol-simbol agama itu telah menjadi sesuatu yang tidak menguntungkan.
“Orang-orang yang memiliki jenggot harus membayar kekerasan yang dilakukan kelompokIkhwanul Muslimin dan kelompok Islamis lainnya” dalam beberapa hari terakhir, kata May Moujib, seorang professor politik di Universitas Kairo.
Mereka yang terkena dampak berkisar mulai dari anggota Ikhwanul Muslimin yang sebenarnya hingga mereka yang tidak punya afiliasi dengan kelompok itu tapi kebetulan menyukai jenggot.
Seorang fotografer Barat memutuskan mencukur jenggotnya setelah berulangkali ditegur di jalanan dan bahkan diancam oleh orang Mesir yang salah mengira dirinya sebagai seorang anggota Ikhwanul Muslimin.
Seorang sopir taksi berjenggot, mengakui bahwa para pelanggan semakin enggan menggunakan jasanya.
“Ini mungkin awal kampanye untuk memboikot para sopir taksi berjanggur,“ kata dia.
Mohammed Ibrahim, seorang apoteker yang berjenggot, terpaksa mengubah rute dan waktu perjalanannya ke tempat kerja untuk menghindari “ketegangan dengan komite rakyat.”
Kompensasi Relijius
Seiring dengan tindakan keras, berbagai laporan menyebutkan bahwa sejumlah ulama telah memberikan ‘kompensasi relijius‘ kepada mereka yang ingin mencukur jenggot untuk menghindari sasaran kemarahan.
“Kebencian orang-orang bahkan lebih buruk dari pelecehan yang dilakukan polisi,” kata Mohamed Tolba, seorang pengikut Salafy.
“Kami sedang menjalankan prinsip Islam, tapi kami menghadapi kebencian masyarakat,” kata Tolba, yang baru-baru ini meluncurkan komik online yang mencoba membongkar stereotip yang sering dilekatkan kepada kelompok Salafy.
“Menyasar mereka yang berjenggot adalah perilaku tercela yang mengancam kehidupan bersama yang damai di antara orang Mesir,” demikian peringatan Nivine Messad, seorang ahli politik lainnya dari Universitas Kairo.
“Itu adalah tanda-tanda buruk bagi masa depan, dan sebuah indikasi perpecahan diantara warga Mesir,” kata dia.
“Kepala dingin harus masuk untuk mengakhiri kekerasan dan hasutan.”*
Rep: 
Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Kamis, 25 April 2013

Dari Rahma Syahidah

kau merasuk dalam dimensi ruangku
menyeruak tepiskan gelayut rindu 
akan indahnya goresan pualam
 dalam lembaran hidup yang membungkam
 hadirkan dentingan nada
 tuk iringi kisah kita
 terhimpun dalam simponi-simponi cinta
 tuk ukir pelangi penuh warna 
sebuah kisah yang kan terus terndra 
dalam benang-benang tulus ukhuwah yang tercipta 
 sobat...
 moga tangan ini terus erat tergenggam
 bibir ini tulus merekahkan senyum
 dan persahabatan yang ada kan selalu tertanam 
walau jarak antara kita tak pernah tenggelam 

Sabtu, 06 April 2013

Penjelajah Muslim dari Tiongkok part II

Masa kecil laksamana cheng ho Walaupun tidak banyak catatan yang bisa menggambarkan masa kecil laksamana cheng ho, namun diketahui bahwa ia dilahirkan sekitar tahun 1371 di propinsi Yunan. Ada artikel juga menyebutkan lebih spesifik yaitu di Hodai, sebuah kampung di Daerah Bao San. Orang tuanya memberi nama Ma he, sedangkan Ma San po ( dialek fujian bisa diucapkan Sam Po, Sam Po) merupakan nama kecil dari Laksamana Cheng ho. Ia dilahirkan sebagai anak kedua dari pasangan Ma Hazhi dan Wen ibunya. Sebagai orang hui, yaitu etnis china yang sebagian besar adalah muslim, Cheng ho sejak kecil sudah memeluk agama islam. Baik kakeknya dan ayahnya sudah menunaikan rukun haji. Seperti diketahui kata hazhi dalam dialek mandarin mengacu pada kata Haji. Saat dinasti Ming menguasai Yunnan dari dinasti Yuan ( bangsa Mongol ), banyak pemuda yang ditangkap dan dijadikan kasim di Nanjing. mahe yang saat itu berumur 11 tahun pun diabdikan ke Raja Zhu di istana beiping ( sekarang beijing ). Masa menjadi kasim Ketika menjadi kasim atau abdi kaisar, Kasim san po berhasil menunjukkan keberaniannya seperti ketika memimpin dalam perebutan tahta melawan kaisar Zhu Yunwen ( dinasti Ming ). Antara tahun 1405 dan 1433, kaisar Zhu mensponsori beberapa ekspedisi armada laut ke beberapa penjuru dunia. Tujuannya adalah mengembalikan kejayaan tiongkok, mengontrol perdagangan, dan memperluas pengaruh di samudera Hindia. Disinilah kasim san po menawarkan diri untuk melakukan misi ekspedisi ini dan Kaisar menyetujui. Mungkin disinilah nama Laksamana Zheng He atau Cheng Ho mulai digunakan. Ketika itu tahun 1405, armada yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho melakukan perjalanan pertamanya. Armada ini terdiri dari sekitar 300 kapal dengan diawaki 28ribu awak kapal. Diperkirakan armada ini terdiri dari 6 kapal besar yang biasa digunakan dalam perjalanan kekaisaran.

Penjelajah Muslim dari Tiongkok part I

Cheng Ho adl seorang laksmana pd zaman Dinasti Ming, dg menyebarkan misi damai di seluruh nusantara. Cheng Ho memiliki armada 200 kapal & 27 awak kapal serta pernah memimpin 7 kali ekspedisi mengarungi jarak >50km dg kurun waktu yg fenomenal. Suatu hari, salah satu orang kepercayaannya yaitu Wang Jinghong terkena sakit cacar, takut menular lalu ia menurunkannya di Pelabuhan Simongan. Disitulah dg tangannya sendiri Cheng Ho merawat orang kepercayaannya hingga sembuh. Subhanalloh, ia orang yg sangat berkuasa, hanya dg perintah saja ia bisa melakukannya, tapi ia seorang pemimpin yg amat bijaksana.. ia malah menyuruh orang kepercayaannya yang lain untuk memimpin ekspedisi dan ia kembali saat Wang Jinghong sembuh.

Kamis, 04 April 2013

Tukang Kayu yang Menginginkan Pensiun

Seorang tukang kayu tua ingin pensiun dengan pekerjaannya. Keinginannya itu telah disampaikannya pada atasan. Si atasan pun sedih, karena ia akan kehilangan salah satu pekerja terbaiknya. Maka dengan berat hati ia mengizinkan tapi dengan satu syarat, untuk terakhir kalinya ia memohon kepada si tukang kayu untuk membuatkan sebuah rumah. Dengan sedikit kesal ia setuju dengan syarat si atasn. Karena ia tidak begitu setuju, maka proyek itu dikerjakannya dengan setengah hati dan menggunakan bahan-bahan ala kadarnya. Beberapa bulan kemudian rumah pesanan si atasan telah jadi. Tapi bukan hasilnya bukanlah rumah yang terbaik, ia malah mengakhiri kariernya dengan prestasi sangat mengecewakan, gara-gara ia hanya mengerjakannya dengan setengah hati. Lalu, si tukang kayu menemui si atasan untuk menyampaikan bahwa rumah pesanan itu sudah jadi, dan tak disangkanya ternyata si atasan memberikan sebuah kunci rumah untuknya. Ternyata rumah buatannya itu adalah hadiah terakhir dari si atasan atas segala prestasi si tukang kayu. Betapa terkejutnya si tukang kayu, jika saja ia tahu pasti ia takkan mengerjakannya dengan setengah hati. Dan ia akan berusaha mati-matian membuat karya terbaik. Tapi ia pun tetap menerima hadiah itu meski dengan hati penuh kekecewaan. Moral : Jalani hidup ini dengan sepenuh hati….

Solusi Dalam Keheningan

Seorang pekerja penggergajian kayu memakai arlojinya saat bekerja. Tanpa sengaja, ia menjatuhkan arloji miliknya yang pasalnya itu arloji kesayangannya. Arloji itu terbenam diantara tingginya tumpukan serbuk kayu. Ia berusaha keras mencari arlojinya dengan mengeluh atas keteledorannya. Lalu ia dan para pekerja lain membongkar serbuk kayu sedikit demi sedikit, namun arloji itu tidak juga ditemukan. Jam menunjukkan pukul 12.00 para pekerja duduk-duduk beristirahat. Dari tadi mereka tidak memperhatikan ada seorang anak berumur 7 tahunan duduk memperhatikan kegaduhan mereka dalam mencari sebuah arloji. Kemudian ia jongkok sambil memasang telinga seperti sedang mendengar bunyi sesuatu. Tidak beberapa lama tangannya mulai mencari arloji dalam tumpukan serbuk kayu. Akhirnya arloji itu ditemukan oleh seorang anak kecil seorang diri. Dan pekerja itu merasa sangat senang karena arloji itu dapat ditemukan juga menyimpan keheranan. Jika banyak pekerja beramai-ramai mencari arloji itu tidak ketemu, mengapa seorang anak kecil seorang diri mampu menemukannya. Ia pun bertanya, “Bagaimana caramu menemukan arlojiku?”. Dengan santai anak kecil itu menjawab, “Aku hanya jongkok dan dengan santai mendengarkan bunyi tik-tak, tik-tak dan dari bunyi itulah aku tahu dimana letak arloji itu.” Moral : berpikir tenang dan tidak terburu-buru juga fokus pada apa yang ingin ia dapatkan.

Garam Dalam Segelas Air

Seorang pemuda sengaja mendatangi seorang kakek yang dianggapnya sebagai orang bijak. Si kakek dengan sangat ramah mempersilahkan si pemuda masuk ke dalam rumahnya yang amat sederhana. Ketika itu mulailah si pemuda bercerita tentang dirinya yang sering gelisah, stres dan mudah sekali tersinggung sehingga dimana ia berada hampir selalu timbul konflik. Usai cerita habis si kakek masuk ke kamar, tak lama kemudian ia datang dengan membawa segelas air putih. Dengan ramah ia mempersilahkan, “Silahkan diminum hai anak muda.”. Pemuda itu meminumnya tapi baru air itu masuk dalam mulutnya ia terkejut. “Air apa ini Kek? Kenapa asin sekali”, kata si pemuda tersebut. Si kakek hanya tersenyum. Lalu ia mengajak si anak muda ke belakang rumahnya. Ternyata disana terdapatlah danau yang indah. Pemuda berdecak kagum. Tiba-tiba si kakek menaburkan segenggam garam ke danau itu. “Anak muda, apa yang kamu rasakan jika meminum air itu?”, Tanya kakek bijak. “Tentu kesejukan dan kesegaran yang aku rasakan.”, jawabnya mantap. “Kau benar anak muda, jika saja kita umpamakan gelas tadi dan danau ini hati kita, sedangkan garam adalah permasalahannya. Maka itu artinya permasalahan itu akan hilang dengan sendirinya atau tidak terasa apabila kita melapangkan hati kita. Segenggam garam akan terasa asin jika ditaruh dalam segelas air tapi tak berarti apa-apa jika ditaruh dalam danau ini. Begitu juga pada hati kita, beratnya permasalahan tidak akan menjadi penyakit hati apabila kita pandai melapangkan hati kita. Karena orang yang sempit hatinya pasti akan merasa hidup ini sangatlah berat.” Moral : Terima semua masalah dengan lapang dada…

Sabtu, 01 Desember 2012

Roy Sullivian

Dia berkali-kali kesamber petir. Selama hidupnya,dia pernah kesambar petir sebanyak 7 kali. Secara statistik, kemungkinan seorang manusia kesamber petir itu Cuma 1 banding 3000. jadi,kemungkinan seseorang kesamber petir 7 kali adalah 1 banding 22,000,000,000,000,000,000,000,000 !! bener-bener sial ni orang. Roy Sullivan adalah seorang tukang parkir di Virginia's Shenandoah National Park. Para ilmuan mengatakan kalau mungkin si roy Sullivan ini bekerja di tempat yang rawan petir. Tapi kesamber petir 7 kali dan masih sehat-sehat aja?? Wah manusia super nih. Sullivan pertama kali kesamber petir saat berada di menara pengawasan tahun 1942. petir menyambar pahanya. Sullivan juga pernah kesamber petir pas lagi nyetir mobil saat turun dari gunung, memancing, dan saat berada di ranger station. Di dalam ruangan aja dia bisa kesamber petir. Bayangin. Dosa apa sih kalau pada saat di ruangan, ada petir, dan petir itu “menyeleksi” dulu orang-orang yang bakal dia samber dan orang itu adalah lw! Setelah itu rambut Sullivan terbakar dan semenjak itu dia membawa-bawa air kemanapun dia pergi. 3 tahun kemudian dia kesamber petir lagi di mata kakinya. Bahkan istrinya Sullivan juga ikutan kena sambaran petir saat mereka berdua lagi bawa-bawa gantungan baju dari metal. Eeeh dua tahun kemudian si sullivan kesamber petir lagi. Tapi akhirnya Sullivan meninggal dunia pada umur 71 tahun. Dia tidak mati karena kesamber petir, tapi dia bunuh diri dengan cara menembak dirinya sendiri. Kasian ya. Karena dia ditinggal pergi wanita yang dicintainya ...

Pantang Menyerah

Tahun 1831 dia mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Tahun 1832 dia menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal. Tahun 1833 dia kembali bangkrut (kasian banget ya..). Tahun 1835 istrinya meninggal dunia. Tahun 1836 dia menderita tekanan mental yang sangat berat dan hampir saja masuk rumah sakit jiwa. Tahun 1837, dia kalah dalam suatu kontes pidato. Tahun 1840, ia gagal dalam pemilihan anggota senat AS. Tahun 1842, dia menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres AS. Tahun 1848 ia kalah lagi di kongres. Tahun 1855, lagi-lagi gagal di senat. Tahun 1856 ia kalah dalam pemilihan menduduki kursi wakil presiden. Tahun 1858 ia kalah lagi di senat. Tahun 1860 akhirnya dia menjadi presiden Amerika Serikat. Siapakah dia? Dialah Abraham Lincoln. Intinya adalah jangan pernah menyerah dengan berbagai kegagalan yang pernah dialami, bahkan seberat apapun cobaan itu. Coba dan coba lagi !!

Minggu, 01 April 2012

Bocor Dalam Kenangan

Bocor......
Kemarin aku liburan di sana, enak banget. Melihat keindahan pantainya samapai mencicipi makanan khas pantai ini. Semalam di desa ini membuatku menyadari kalau aku masih cukup baik tinggal di candi. Kenapa? Karena di desa ini dingin sekali. Maklumlah, dekat dengan laut.
Pagi pukul 06.00
Aku berangkat ke pantai bersama ketiga temanku Rizki, Mala dan Matsna. Sebagai tuan rumah Rizki berjalan di depan dan aku mengikut di urutan ketiga.
Sampai di sana suasana enak sekali. Kami berjalan di pinggir pantai sambil melihat deburan ombak. Hingga ada ombak besar yang membuatku terkejut dan hampir terseret. Alhamdulillah Alloh masih menginginkan aku hidup dengan begitu aku tak jadi terseret meski sekujur bajuku basah dan aku masih sedikit merasa gemetar. 
Kami berjalan lagi dan berhenti di KM umum untuk membersihkan baju yang berpasir. Setelah itu kami duduk dan memesan sate ambal. Kami pun makan.

Pagi pukul 10.00
Kami pulang dan mandi.

Siang pukul 13.00
Aku pulang dengan membawa kenangan indah di sana.



Alhamdulillah, ANISA SOLEKHATUN SANTOSO belum mati.....

Minggu, 16 Oktober 2011

teknologi masa kini

q mw posting alat canggih masa depan aja ya...

5 Alat Transportasi Canggih Masa depan



Transportasi merupakan salah satu perbedaan utama antara hari ini dan hari besok di masa depan. Orang dengan jaket jet, mobil terbang, dll dapat menikmati alat transportasi dengan keuntungan tanpa dampak lingkungan, kecepatan yang super dan keselamatan total.
Namun masa itu belum tiba secepat yang kita harapkan, tetapi kita sedang dalam proses ke sana.
Berikut adalah beberapa contoh transportasi pribadi masa depan dilihat dari berbagai aspek


1. Self-Balancing (Auto balancing)

Kendaraan berjenis ini seharusnya dapat mengubah dunia. Hal itu karena ditambahkannya teknologi canggih yaitu Gyroscopic Balancing Technology yang memungkinkan kita yang belum bisa menyeimbangkan badan terbantu dengan adanya teknologi ini (dapat menyeimbangkan sendiri.red)
Kendaraan ini bisa dengan mudah digunakan dan bertenaga baterai, mungkin ke depannya bisa menggunakan tenaga matahari.


2. Unicycles
Prototype pertama kendaraan unicycle dianggap gagal dan tidak akan laku di masa depan, namun Honda baru U3-X mengambil segera mengambil langkah cepat dan kelebihan dari prototype baru unicycles honda ini adalah kita dapat dengan bebas berkeliaran di sekitar kantor Anda tanpa takut jatuh.

3. Lightweight Autos
Seperti bensin yang telah sulit untuk memperoleh dan tenaga listrik menjadi lebih umum, kita pasti membutuhkan kendaraan ringan yang dapat menjelahi kota tanpa menjadikan berat body kendaraan sebagai faktor yg dapat memboroskan bahan bakar. Kendaraan super ringan mempunyai prospek yang cerah di masa depan.

4. Flying Vehicles

Jalan terkadang menjadi sebuah neraka ketika terjadi kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas. Belum lagi kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di jalan.
Pernah terpikir bila anda terbang untuk menuju ke mini market terdekat ??
Kendaraan terbang dapat menjadi solusi dengan keunggulan yang dimilikinya.


5. Airboards
The AirBoard Arbortech, perangkat transportasi $ 14.000 terlihat lebih dinamis dan keren, hampir seperti Anda mengendarai mesin jet tapi pada kecepatan yang lebih lambat (sekitar 15 mph).

Kamis, 10 Maret 2011

Ingatlah Hari Ini

Kawan dengarlah yang akan aku katakan
Tentang dirimu stlah selama ini
Ternyata kepalamu akan slalu botak
Kamu kayak gorilla

Cobalah kamu ngaca tu bibir balapan
Daripada gigi lu kayak kelinci
Yang ini udah gendut, suka marah2
Kau cacing kepanasan

Tapi ku tak peduli
kau slalu di hati


Kamu sangat berarti, istimewa di hati
Slamanya rasa ini
Jika tua nanti kita t'lah hidup masing2
Ingatlah hari ini

Ketika kesepian menyerang diriku
Gak enak badan resah tak menentu
Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman2ku

Don't you worry just be happy
Temanmu disini

(Don't you get sad don't be angry / Mending happy2)

Diary Depresiku

Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang mungkin luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yang ku harap tiada pernah terjadi

Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki

Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan

Mungkin sejenak dapat aku lupakan
Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan

Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan

Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan