selamat datang

Jumat, 21 Februari 2014

M Yusuf Nur Ubay

Wah..wah..
Indonesian Idol 8 udah dimulai Guys!
Kalian pasti ga asing lagi sama si keen UBAY!
M Yusuf Nur Ubay yang suka main saxsophone, jago nge-dance, ngerapp oke, keyboard da biola juga dia sikat..
Ada yang pengen biodatanya Si multitalent ini? Nih..
Nama          : M Yusuf Nur Ubay
Nampang    : Ubay
Umur           : 17 tahun
Tinggal         : Yogyakarta
Kota Asal    : Magelang, Jawa Tengah
Twitter         : @UbayIDOL8



Buat Apa Sekolah

*Buat apa sekolah?

Siapa yang pernah menonton 3 idiots? Banyak. Siapa yang suka film itu? Banyak yg suka. Tetapi siapa yg sebenarnya mengambil pelajaran paling cemerlang dari film itu? Entahlah, siapa yg mengambil manfaatnya.

Ada ibu-ibu dengan anak gadis yang siap menikah. Menonton 3 idiots, ibu-ibu ini sampai menangis. Tapi saat anaknya bilang mau menikah, dan hanya akan jadi ibu rumah tangga saja, ibu-ibu langsung bergegas bilang, "nggak boleh. enak saja sy sekolahkan tinggi2, hanya untuk jadi ibu rumah tangga!" Lihatlah, jawaban itu menunjukkan sama sekali tidak berbekas pemahaman yang datang dari film barusan ditontonnya.

Kita ini sekolah tinggi2 buat apa sih? Buat nyari pekerjaan keren? Buat jadi pegawai? PNS? Buat nyari rezeki? Keliru kalau jawabannya iya. Saya membuka kitab-kitab, membaca buku-buku tua, menelusuri kesemua hal, tidak ada satupun nasehat yang bilang: sekolahlah tinggi2, agar besok bisa jadi pejabat, kaya raya, dan berbagai ukuran duniawi lainnya, dsbgnya, dsbgnya. Apalagi kalau membuka kitab yg tidak penah keliru: Al Qur'an, juga merujuk nasehat yg tidak akan salah: riwayat Rasul, seruan untuk belajar, tidak ada rumusnya dengan ukuran duniawi.

Kita disuruh belajar, mencari ilmu (dalam dunia yg sangat modern ini ukurannya adalah SD, SMP, SMA, S1, S2, S3, S4, S5 dstnya), murni agar kita banyak tahu, asli agar kita paham banyak hal, dan ilmu itu b-e-r-m-a-n-f-a-a-t bagi kehidupan kita sehari2. Seorang istri yang S3, tidak ada masalah sama sekali tetap menjadi ibu rumah tangga, dan ilmunya bisa bermanfaat utk keluarganya. Ilmunya bisa bermanfaat buat tetangga, sekitar, aktivitas apa saja yg bisa dia lakukan, terlepas mau bekerja di perusahaan/pemerintah atau hanya bekerja di rumah.

Itu benar, saya tidak akan membantahnya, memang ada korelasi kuat antara berpendidikan dengan masa depan cerah, tapi definisi 'masa depan cerah' itu bukan s-e-m-a-t-a-2 ukuran duniawi yang membuat proses belajar selama ini jadi kosong. Bukan hanya itu.

Maka, kembali ke film 3 idiots tadi, bukankah Rancho hanya belajar dan belajar. Dia senang belajar, dia senang mencari ilmu. Titik. Sisanya, serahkan pada nasib. Dia tidak peduli gelar, dia tidak peduli mau bekerja jadi apa, dia tidak peduli. Bahkan saat dia harus menyingkir dari 'kehidupan', pergi menjauh dari gemerlap banyak hal, justeru kehidupan dan gemerlapnya dunia yang datang kepadanya. Sementara Silencer, teman kuliahnya dulu yg selalu sibuk berhitung atas duniawinya, merasa sudah memenangkan segalanya, ternyata kosong saja, dia hanyalah orang yg amat tergantung nasibnya dgn orang lain. Takut dipecat kerja, tergantung nafkahnya dari orang lain, dan diperbudak oleh materi. Sejatinya Silencer hanya orang 'suruhan', terutama suruhan ambisi dan nafsu duniawi--meskipun direktur sekalipun posisinya.

Aduh, bukankah rumus ini banyak terjadi di sekitar kita? Ada banyak teladan yg memilih sibuk belajar, belajar, bekerja, bekerja, terus menjadi yg terbaik, mau jadi apapun dia, bahkan sekadar ibu rumah tangga, hidupnya t-e-r-n-y-a-t-a tetap spesial, bermanfaat bagi banyak orang. Sebaliknya, buanyaaak sekali, yg sibuk menghitung nilai raport, menghitung sekolah sy elit, keren, saya sudah S2, S3, situ apa sih? sy sekolah di kampus ngetop, situ dimana sih? Ternyata tidak pernah lepas dari kungkungan hidupnya, meskipun boleh jadi secara kasat mata sukses menurut ukuran dunia saat ini.

Demikianlah.



# Darwis Tere Liye

Senin, 03 Februari 2014

Kata Bijak Darwis Tere Liye

“Tapi apalagi yang membuat hati berdesir selain pertemuan yang tidak disengaja ?” 
― Tere Liye, Kisah Sang Penandai

“Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus dimengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahamim pemahaman yang tulus.” ― Tere Liye

“Daun yang jatuh tak pernak membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.” 
― Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

“Kalau memang terlihat rumit lupakanlah. Itu jelas bukan cinta sejati kita. Cinta sejati selalu sederhana. Pengorbanan yang sederhana kesetiaan yang tak menuntut apapun dan keindahan yang apa adanya.” (Darwis Tere Liye)

“Begitulah kehidupan, Ada yang kita tahu, ada pula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri.” 
― Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
 
 

Gempa, Kado Tahun Baru 2014 Untuk Kebumen ??

Kebumen sedang berkabung, pasalnya (25/01) gempa berskala 6,5 SR mengguncang daerah Kebumen, Banyumas, Solo, Jogjakarta bahkan terasa dampaknya hingga TasikMalaya.
Gempa yang diduga berpusat di Barat Daya kota Kebumen ini, merobohkan 3 rumah di Jogjakarta, masjid besar di Pekuncen, 21 rumah di Cilacap hingga sekolah dasar. Kepanikan warga pun terjadi dimana-mana, apalagi bagi masyarakat Jogja yang masih trauma dengan gempa 2006 silam.

BMKG memperkirakan akan ada 18 kali gempa susulan dan puncaknya bisa mencapai 9,3 SR dan tentu saja berpotensi tsunami.
Bencana yang melanda kota kecil Kebumen mengawali perjalanan kota Kebumen di tahun 2014. Mungkinkan gempa ini sebagai kado tahun baru 2014 untuk Kebumen ??

Apapun itu Kebumen perlu merenung . . .

Senin, 13 Januari 2014

Model Bercadar

Ada yang kenal Soraya Abdullah Balvas?
Dulunya dia ini adalah seorang model iklan cantik, diantaranya adalah ia muncul di iklan Daihatsu Taruna, Bayfresh, Nescafe, Vaseline, Softener So Klin, Cussons Imperial Leather, dan beberapa iklan lainnya.
Lalu ia mencoba peruntungannya di beberapa sinetron serta film. Namun siapa yang mengira, sosok yang pernah dikaitkan dengan Aksi Terorisme di JW Mariot ini mengganti serta merta pakaian sexy yang melekat ditubuhnya dengan pakaian yang syar'i beserta cadarnya, menyembunyikan kecantikannya dan meninggalkan gemerlapnya dunia. Dalam blog multiply.nya ia mengonfirmasi tentang ketidak terkaitannya dalam Aksi Terorisme JW Mariot. Ia juga mengatakan bahwa kepergiannya meninggalkan Indonesia adalah semata-mata menyekolahkan anaknya di Malaysia, bukan sengaja kabur.
Kini, sudah 7 tahun lamanya ia menggunakan cadarnya, dan ia berharap senantiasa beristiqomah mengenakannya hingga akhir hayat.

Minggu, 15 Desember 2013

Aviscenna Venra

Siapa yang tahu motivator termuda se-asia?
Jawabannya Aviscenna Venra.

Tepat hari ini, alias tanggal 15 Desember 2013, aku ketemu dia. Gimana coba rasanya ketemu orang hebat? Seneng banget kali...

Ni, aku kasih biodatanya:
Nama Lengkap : Aviscenna Venra
Nama Panggilan : Cenna
TTL : Jakarta, 24 Februari 1997
Cita-cita : Enterpreneur dan Motivator
Hobi : Futsal Dan Basket

Ga hanya itu, di usianya yang ke-16 ini, dia sudah menerbitkan sebuah buku yang berjudul "OTW Sukses" dan juga telah memiliki 4 buah perusahaan. Berdasarkan tanya jawab tadi, ketika ditanya siapa IDOLAnya, dia menjawab ada 5 sosok idolanya:
1. Allah
2. Tujuan Hidupnya
3. Nabi Muhammad SAW
4. Orang Tuanya
5. Istrinya kelak

Dalam bedah buku  OTW Success, Aviscenna Venra akan berbagi pengalamannya sebagai remaja. Mulai dari pengalamannya yang ngenes sampai pengalaman yang paling ngenes dengan gayanya yang sering dibilang Cool ke tengil tengilan, dia akan menceritakan pengalamannya mengenai pencarian makna akan KESUKSESAN.

Kenapa harus SUKSES SEMUDA MUNGKIN? Lalu dia juga akan berbagi cara-cara memanage waktu dengan cara yang GOKIL. Kemudian,dia akan membahas mengenai GAYA HIDUP remaja.Tidak ketinggalan, Cenna akan menceritakan pembahasan yang paling seru di duniaaaa...apa itu? Yeah, dia akan menceritakan dan berbagi akan makna CINTA #Sedaapp Cinta yang menurut Cenna adalah suatu kondisi dimana logika dan usia sudah tidak berperan lagi. Tapi, banyak pertanyaan-pertanyaan dan sistem mengenai cinta yang mungkin selama ini masih menjadi kontroversi. Dan Cenna disini mencoba untuk menerangkan apa itu CINTA yang sesungguhnya. Masih banyak lagi materi-materi yang akan disampaikan oleh Cenna nantinya.


“Sukseslah semuda mungkin dan nikmati masa tua lo”
-Aviscenna Venra-









Jumat, 04 Oktober 2013

Ketika Gagal

"Lun, pangkal dari kegagalan itu ya keraguan."
"Lun, kalau kamu sendiri itu masih ga yakin sama apa yang akan kamu lakukan, apalagi orang lain yang ga benar-benar kenal sama kamu. Konkretnya itu orang yang phobia, kalau dia memang takut naik roller coaster, dia pasti ga yakin apa mampu naik roller coaster. Dia mungkin berhasil mengalahkan ketakutannya, dia nekat naik roller coaster, tapi bukan itu yang kita lihat. Apa dia berhasil menikmati sensasi naik roller coaster? Ga Lun! Dia ga berhasil! Ketakutan itu masih ada, hanya berubah bentuk sedemikian rupa."
"Lun, kegagalanmu di sekolah itu, aku rasa cuma karena kamu ragu bisa bersaing dengan mereka yang lebih hebat. Cuma itu!"

Gagal begitu menyakitkan!
Aku tahu!
Aku berkali-kali ngalamin itu!

Mulai saat ini, hilangkan keraguan! Aku bisa lebih hebat dari Habibi! Tapi sayangnya aku ga pernah berani yakin atas hal itu!

THINK BIG! :D

Jumat, 27 September 2013

A Thousand Year

Heart beats fast
Colours and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more
Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

And all along I believed that I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
One step closer
One step closer
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more

Senin, 23 September 2013

Hafidz Anti Galau

Kita semua tahu bahwa para penghafal Qur’an adalah orang-orang pilihan Allah. Dan Allah telah mengkhususkan mereka untuk menjadi keluarga Allah, “Ahlullah wa Khooshotuhu”. Namun bagaimana jika mereka -para pembawa al-Qur’an- mengalami saat-saat down dalam hidupnya? Bagaimana jika mereka sedang mengalami masa futur iman? Bukankah al imaanu yaziidu wa yanqush? Yaziidu bi ath thoah wa yanqushu bil ma’shiyah.

Akhir-akhir ini di kalangan remaja sedang marak kata-kata yang menggambarkan suasana hati. Entah siapa yang memulainya, sepertinya kata-kata tersebut ampuh untuk digunakan sebagai gambaran hati yang sedang futur. Galau. Di manapun, siapapun, dan kapanpun pasti ada kata itu. Facebook contohnya. Setiap menit pasti ada yang ngupdate status “galau”. Anak-anak kecil yang bermain pun tak lepas dari kata itu. Hatta ibu-ibu pelanggan sayur keliling mengenalnya.

Masya Allah…
Sudah menjadi sunnah kehidupan bahwa kita berada dalam kondisi hati yang berbeda-beda setiap waktu. Tak salah pula jika seseorang berada dalam keadaan futur. Begitu pula dengan para penghafal Qur’an, orang-orang pilihan Allah. Mereka juga manusia yang hatinya sangat mudah berubah-ubah. Walaupun mereka selalu berada bersama al-Qur’an, namun mereka juga mempunyai nafsu yang mengajak kepada kemaksiatan. Di sekitarnya pun ada setan-setan yang selalu menggoda untuk menjauhi al-Qur’an. Mereka juga bisa galau.

Salah satu penyebab galau adalah mengingat masa lalu. Mengingat masa lalu akan membawa kita kepada kebodohan dan ketakberdayaan. Jika kita bersedih atas apa yang telah terjadi pada masa lalu kita, tak akan mampu mengembalikan apa yang telah berlalu. Bersedih boleh, asal jangan meratapi. Cukup dijadikan pelajaran, tidak mengulangi lagi dan mohon ampun atas apa yang telah kita perbuat.

Tak sepantasnya sebagai seorang muslim –penghafal Qur’an khususnya-  mengumbar-umbar kesedihan dan kegalauan kita entah di dunia maya atau di dunia nyata. Cukup kita dan Sang Khaliq saja yang tahu. Berdo’a dan curhat padaNya akan jauh lebih baik dari pada kita nyetatus galau di beranda facebook atau tempat-tempat umum lainnya.

Akan lebih baik jika kita mengalihkan kegalauan kita dengan membaca al-Qur’an.  Allah berkalam dalam kitabNya, Fiihi syifaa’un linnaas. Al-Qur’an adalah penyembuh bagi kita semua. Dan galau, termasuk penyakit hati. Ia akan sembuh jika kita mengobatinya dengan obat yang benar, insyaAllah.

Tak masalah sesekali kita melihat ke belakang, memetik pelajaran dari apa yang telah kita kerjakan. Tapi tak harus dengan menyesalinya. Mengungkit masa lalu tak akan membuat yang buruk menjadi sesuatu yang baik. Amalan kita yang sekaranglah yang dapat menutupi kekurangan atau kejelekan kita di masa lalu itu. Tatap masa depan kita dengan wajah terangkat penuh keoptimisan. Ingat, masa lalu boleh kelam, tapi masa depan harus cemerlang.

Sebenarnya, yang membuat kita bahagia atau sedih adalah diri kita sendiri.Faman rodhiya fahuwa yarddho, wa man sakhitha fahuwa yaskhuth. Kita adalah yang memahami diri kita sendiri, bukan orang lain. So, jangan terlalu terbebani dengan keberadaan masa lalu –yang mungkin cukup kelam- kita. Hadapi hidup yang dijalani sekarang dengan optimis dan percaya diri. Karena air akan selalu mengalir ke depan, angin berhembus ke depan, dan kafilah pun akan selalu berjalan ke depan. Jangan pernah menyalahi sunnah kehidupan.

Yaa Muqollibal quluub, tsabbit quluubanaa ‘ala diinik..

Wallahu a’lam bish shawab.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Secarik Lembar Suara Kami

Kami adalah para pencari, pencari ilmu dan pencari pengalaman. Jangan bilang kami pencari masalah, jangan bilang kami pencari cinta, kami memang terbentur cinta, tapi itu bukan tujuan kami. Kami menempati sebuah kamar siap huni, dengan pecahan keramik memenuhi setiap rongganya. Seratus tujuh puluh lima kami keluarkan tiap bulan, tapi kami tak mendapatkan apa yang tiap kali kami suarakan. Kami adalah INTERMEZZO.
            Kini kami hanya bertujuh, mengarungi hari demi hari yang kian kali kian menyayat hati. Menikmati suara cetar membahana wanita dengan usia lanjut, memakan seadanya makanan kemarin sore adalah hal yang lumrah dalam perjalanan hidup kami disini. Tujuh hari dalam seminggu, penderitaan terus mendera dan ditebus hanya dengan satu hari kebahagiaan semu, lalu dilanjutkan perjuangan. Inilah hidup kami disini.
            Di pagi buta, suara menggelegar itu membahana, memenuhi seluruh ruang kecil kamar kami. Kami bergegas bangun, sebagian dari kami turun untuk mengambil air wudhu, sebagian lagi ada yang menunda sholat dan menyusup ke kamar mandi ada pula beberapa dari kami yang menetap di kamar. Inilah kami, para pembangkang.

            Sholat subuh usai, kami berebutan memakai kamar mandi. Bagaimana tidak, tujuh insan hanya mendapat satu kamar mandi itupun jika baknya terisi air. Sebagian mandi, sebagian lagi sarapan. Bukan roti dengan selai berteman susu, atau nasi dengan ayam goreng kremes yang kami santap, melainkan hanya seonggok tempe atau tahu menemani sepiring nasi, itupun sudah beruntung. Tak jarang kami hanya memakan lauk dan sayur mix kemarin sore, sungguh tak bergizi. Acara pagi ini selesai, kami para pencari telah rapi memakai seragam putih biru tua kami, melangkah ceria menuju sekolah, tempat yang setidaknya lebih nyaman untuk kami singgahi. Berjajar-jajar kami berjalan, membentuk sebuah formasi yang takkan hilang dalam memori, tapi sesaat kami berhambur. Lari pontang-panting tak karuan, kami baru saja melewati pertigaan, tempat seram versi kami. Lihat saja, seorang lelaki setengah menceng dengan genitnya mengejar kami. Dan itu telah berlangsung dua tahun lamanya. Jika dihitung-hitung, penderitaan itu belum sepenuhnya lenyap, ini baru pukul setengah tujuh masih ada berjam-jam lagi penderitaan yang menanti kami. Oleh sebab itu, kami melampiaskannya dengan kebodohan-kebodohan untuk membangkang. Selagi kami belum bisa mendapat seratus tujuh puluh lima kami dengan layak, maka kejahilan kami akan terus bertahan. Sempat terpikir untuk bertaubat, menimba-nimba ini sebagai bahan pelajaran hari demi hari, tapi mana kuat jika harus begini terus. Jangankan untuk penambahan kamar mandi, pecahan keramik itu masih diam teronggok bisu menemani hari-hari kami di ruang hampa ini. Sementara janji palsu terus mengalir, menyumpal sementara mulut-mulut kami, tengok saja atap di atas. Bocor tak henti membasahi kamar ini jika tangisan langit menimpanya, dan panasnya sungguh menyengat jika siang tiba. Kami menyadari tak ada yang sempurna, kamipun tak pernah meminta kesempurnaan, kami hanya minta kelayakan, sebagaimana seratus tujuh puluh lima yang kami serahkan tiap bulan, yang sepertinya tak salah jika ditanyakan kemana larinya. Ya, kamilah para pembangkang! Kamilah para pembangkang! Sekali lagi, kamilah para pembangkang!

Mesir, jenggot Dan Cadar Diburu

ABDUL SALAM BADR tak punya pilihan selain mencukur jenggotnya untuk menyelamatkan diri dari sasaran pemerintah dan militer Mesir yang kini memburu para pendukung presiden Islamis terguling Mohamad Mursy.
Hari-hari belakangan ini, tanda-tanda kesalehan yang jelas, sudah cukup untuk menarik kecurigaan pasukan keamanan di tempat-tempat pemeriksaan ibukota Kairo dan milisi sipil yang ingin menyerang kaum Islamis.
“Saya sedang menumpang taksi menuju kamar mayat, mengangkut mayat teman saya yang terbunuh dalam demonstrasi,” kata Badr dikutip DW. DE.
“Saya diberhentikan oleh sekelompok milisi karena saya berjenggot,” tambah laki-laki 29 tahun itu, yang mengaku bukan anggota setia kelompok organisasi politik manapun.
“Satu-satunya yang menyelamatkan saya adalah kenyataan bahwa saya sedang membawa mayat.”
Dan kemudian, di sebuah salon kecil berdebu, ia mencukur jenggotnya, “karena hidup akan lebih aman tanpa jenggot.”
Perburuan jenggot
Penggulingan Mursy, yang didukung kelompok al Ikhwan al Muslimun, telah memicu sebuah perburuan atas mereka yang dianggap sebagai para pengikutnya.
Kampanye ini dipupuk oleh media lokal Mesir, yang sepanjang hari menyiarkan gambar-gambar lelaki bersenjata yang dituduh melepaskan tembakan ke arah pasukan keamanan selama demonstrasi. [baca juga: Pakar Heran Media Mesir dukung Militer Gunakan Kekerasan]
Salah satu video yang memperlihatkan laki-laki berjenggot dengan bendera jihad menyerang laki-laki muda setelah mereka dilempar dari atap sebuah blok apartemen di Alexandria, telah menambah hiruk pikuk.
Media lokal dan pemerintah juga memberi label keras dengan menggeneralisir Ikhwanul Muslimin sebagai “teroris“.
Apa yang disebut sebagai “Komite Rakyat“ -- milisi yang tumbuh di lingkungan warga – telah menambah hidup semakin buruk, dengan memberi kesempatan warga untuk melampiaskan kemarahan, khususnya di Kairo setelah jam malam diberlakukan.
Laki-laki berjenggot atau perempuan dengan cadar penuh menutupi wajah atau niqab, sering dikaitkan sebagai Muslim relijius, dan dihubung-hubungkan sebagai pendukungIkhwanul Muslimin.
Menanggung Kekerasan Ikhwanul Muslimin
Sejumlah pemimpin Ikhwan selama ini berusaha mempromosikan pemakaian cadar selama satu tahun masa kekuasaan Mursy.
Tapi kini, simbol-simbol agama itu telah menjadi sesuatu yang tidak menguntungkan.
“Orang-orang yang memiliki jenggot harus membayar kekerasan yang dilakukan kelompokIkhwanul Muslimin dan kelompok Islamis lainnya” dalam beberapa hari terakhir, kata May Moujib, seorang professor politik di Universitas Kairo.
Mereka yang terkena dampak berkisar mulai dari anggota Ikhwanul Muslimin yang sebenarnya hingga mereka yang tidak punya afiliasi dengan kelompok itu tapi kebetulan menyukai jenggot.
Seorang fotografer Barat memutuskan mencukur jenggotnya setelah berulangkali ditegur di jalanan dan bahkan diancam oleh orang Mesir yang salah mengira dirinya sebagai seorang anggota Ikhwanul Muslimin.
Seorang sopir taksi berjenggot, mengakui bahwa para pelanggan semakin enggan menggunakan jasanya.
“Ini mungkin awal kampanye untuk memboikot para sopir taksi berjanggur,“ kata dia.
Mohammed Ibrahim, seorang apoteker yang berjenggot, terpaksa mengubah rute dan waktu perjalanannya ke tempat kerja untuk menghindari “ketegangan dengan komite rakyat.”
Kompensasi Relijius
Seiring dengan tindakan keras, berbagai laporan menyebutkan bahwa sejumlah ulama telah memberikan ‘kompensasi relijius‘ kepada mereka yang ingin mencukur jenggot untuk menghindari sasaran kemarahan.
“Kebencian orang-orang bahkan lebih buruk dari pelecehan yang dilakukan polisi,” kata Mohamed Tolba, seorang pengikut Salafy.
“Kami sedang menjalankan prinsip Islam, tapi kami menghadapi kebencian masyarakat,” kata Tolba, yang baru-baru ini meluncurkan komik online yang mencoba membongkar stereotip yang sering dilekatkan kepada kelompok Salafy.
“Menyasar mereka yang berjenggot adalah perilaku tercela yang mengancam kehidupan bersama yang damai di antara orang Mesir,” demikian peringatan Nivine Messad, seorang ahli politik lainnya dari Universitas Kairo.
“Itu adalah tanda-tanda buruk bagi masa depan, dan sebuah indikasi perpecahan diantara warga Mesir,” kata dia.
“Kepala dingin harus masuk untuk mengakhiri kekerasan dan hasutan.”*
Rep: 
Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Kamis, 25 April 2013

Dari Rahma Syahidah

kau merasuk dalam dimensi ruangku
menyeruak tepiskan gelayut rindu 
akan indahnya goresan pualam
 dalam lembaran hidup yang membungkam
 hadirkan dentingan nada
 tuk iringi kisah kita
 terhimpun dalam simponi-simponi cinta
 tuk ukir pelangi penuh warna 
sebuah kisah yang kan terus terndra 
dalam benang-benang tulus ukhuwah yang tercipta 
 sobat...
 moga tangan ini terus erat tergenggam
 bibir ini tulus merekahkan senyum
 dan persahabatan yang ada kan selalu tertanam 
walau jarak antara kita tak pernah tenggelam 

Sabtu, 06 April 2013

Penjelajah Muslim dari Tiongkok part II

Masa kecil laksamana cheng ho Walaupun tidak banyak catatan yang bisa menggambarkan masa kecil laksamana cheng ho, namun diketahui bahwa ia dilahirkan sekitar tahun 1371 di propinsi Yunan. Ada artikel juga menyebutkan lebih spesifik yaitu di Hodai, sebuah kampung di Daerah Bao San. Orang tuanya memberi nama Ma he, sedangkan Ma San po ( dialek fujian bisa diucapkan Sam Po, Sam Po) merupakan nama kecil dari Laksamana Cheng ho. Ia dilahirkan sebagai anak kedua dari pasangan Ma Hazhi dan Wen ibunya. Sebagai orang hui, yaitu etnis china yang sebagian besar adalah muslim, Cheng ho sejak kecil sudah memeluk agama islam. Baik kakeknya dan ayahnya sudah menunaikan rukun haji. Seperti diketahui kata hazhi dalam dialek mandarin mengacu pada kata Haji. Saat dinasti Ming menguasai Yunnan dari dinasti Yuan ( bangsa Mongol ), banyak pemuda yang ditangkap dan dijadikan kasim di Nanjing. mahe yang saat itu berumur 11 tahun pun diabdikan ke Raja Zhu di istana beiping ( sekarang beijing ). Masa menjadi kasim Ketika menjadi kasim atau abdi kaisar, Kasim san po berhasil menunjukkan keberaniannya seperti ketika memimpin dalam perebutan tahta melawan kaisar Zhu Yunwen ( dinasti Ming ). Antara tahun 1405 dan 1433, kaisar Zhu mensponsori beberapa ekspedisi armada laut ke beberapa penjuru dunia. Tujuannya adalah mengembalikan kejayaan tiongkok, mengontrol perdagangan, dan memperluas pengaruh di samudera Hindia. Disinilah kasim san po menawarkan diri untuk melakukan misi ekspedisi ini dan Kaisar menyetujui. Mungkin disinilah nama Laksamana Zheng He atau Cheng Ho mulai digunakan. Ketika itu tahun 1405, armada yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho melakukan perjalanan pertamanya. Armada ini terdiri dari sekitar 300 kapal dengan diawaki 28ribu awak kapal. Diperkirakan armada ini terdiri dari 6 kapal besar yang biasa digunakan dalam perjalanan kekaisaran.

Penjelajah Muslim dari Tiongkok part I

Cheng Ho adl seorang laksmana pd zaman Dinasti Ming, dg menyebarkan misi damai di seluruh nusantara. Cheng Ho memiliki armada 200 kapal & 27 awak kapal serta pernah memimpin 7 kali ekspedisi mengarungi jarak >50km dg kurun waktu yg fenomenal. Suatu hari, salah satu orang kepercayaannya yaitu Wang Jinghong terkena sakit cacar, takut menular lalu ia menurunkannya di Pelabuhan Simongan. Disitulah dg tangannya sendiri Cheng Ho merawat orang kepercayaannya hingga sembuh. Subhanalloh, ia orang yg sangat berkuasa, hanya dg perintah saja ia bisa melakukannya, tapi ia seorang pemimpin yg amat bijaksana.. ia malah menyuruh orang kepercayaannya yang lain untuk memimpin ekspedisi dan ia kembali saat Wang Jinghong sembuh.

Kamis, 04 April 2013

Tukang Kayu yang Menginginkan Pensiun

Seorang tukang kayu tua ingin pensiun dengan pekerjaannya. Keinginannya itu telah disampaikannya pada atasan. Si atasan pun sedih, karena ia akan kehilangan salah satu pekerja terbaiknya. Maka dengan berat hati ia mengizinkan tapi dengan satu syarat, untuk terakhir kalinya ia memohon kepada si tukang kayu untuk membuatkan sebuah rumah. Dengan sedikit kesal ia setuju dengan syarat si atasn. Karena ia tidak begitu setuju, maka proyek itu dikerjakannya dengan setengah hati dan menggunakan bahan-bahan ala kadarnya. Beberapa bulan kemudian rumah pesanan si atasan telah jadi. Tapi bukan hasilnya bukanlah rumah yang terbaik, ia malah mengakhiri kariernya dengan prestasi sangat mengecewakan, gara-gara ia hanya mengerjakannya dengan setengah hati. Lalu, si tukang kayu menemui si atasan untuk menyampaikan bahwa rumah pesanan itu sudah jadi, dan tak disangkanya ternyata si atasan memberikan sebuah kunci rumah untuknya. Ternyata rumah buatannya itu adalah hadiah terakhir dari si atasan atas segala prestasi si tukang kayu. Betapa terkejutnya si tukang kayu, jika saja ia tahu pasti ia takkan mengerjakannya dengan setengah hati. Dan ia akan berusaha mati-matian membuat karya terbaik. Tapi ia pun tetap menerima hadiah itu meski dengan hati penuh kekecewaan. Moral : Jalani hidup ini dengan sepenuh hati….

Solusi Dalam Keheningan

Seorang pekerja penggergajian kayu memakai arlojinya saat bekerja. Tanpa sengaja, ia menjatuhkan arloji miliknya yang pasalnya itu arloji kesayangannya. Arloji itu terbenam diantara tingginya tumpukan serbuk kayu. Ia berusaha keras mencari arlojinya dengan mengeluh atas keteledorannya. Lalu ia dan para pekerja lain membongkar serbuk kayu sedikit demi sedikit, namun arloji itu tidak juga ditemukan. Jam menunjukkan pukul 12.00 para pekerja duduk-duduk beristirahat. Dari tadi mereka tidak memperhatikan ada seorang anak berumur 7 tahunan duduk memperhatikan kegaduhan mereka dalam mencari sebuah arloji. Kemudian ia jongkok sambil memasang telinga seperti sedang mendengar bunyi sesuatu. Tidak beberapa lama tangannya mulai mencari arloji dalam tumpukan serbuk kayu. Akhirnya arloji itu ditemukan oleh seorang anak kecil seorang diri. Dan pekerja itu merasa sangat senang karena arloji itu dapat ditemukan juga menyimpan keheranan. Jika banyak pekerja beramai-ramai mencari arloji itu tidak ketemu, mengapa seorang anak kecil seorang diri mampu menemukannya. Ia pun bertanya, “Bagaimana caramu menemukan arlojiku?”. Dengan santai anak kecil itu menjawab, “Aku hanya jongkok dan dengan santai mendengarkan bunyi tik-tak, tik-tak dan dari bunyi itulah aku tahu dimana letak arloji itu.” Moral : berpikir tenang dan tidak terburu-buru juga fokus pada apa yang ingin ia dapatkan.

Garam Dalam Segelas Air

Seorang pemuda sengaja mendatangi seorang kakek yang dianggapnya sebagai orang bijak. Si kakek dengan sangat ramah mempersilahkan si pemuda masuk ke dalam rumahnya yang amat sederhana. Ketika itu mulailah si pemuda bercerita tentang dirinya yang sering gelisah, stres dan mudah sekali tersinggung sehingga dimana ia berada hampir selalu timbul konflik. Usai cerita habis si kakek masuk ke kamar, tak lama kemudian ia datang dengan membawa segelas air putih. Dengan ramah ia mempersilahkan, “Silahkan diminum hai anak muda.”. Pemuda itu meminumnya tapi baru air itu masuk dalam mulutnya ia terkejut. “Air apa ini Kek? Kenapa asin sekali”, kata si pemuda tersebut. Si kakek hanya tersenyum. Lalu ia mengajak si anak muda ke belakang rumahnya. Ternyata disana terdapatlah danau yang indah. Pemuda berdecak kagum. Tiba-tiba si kakek menaburkan segenggam garam ke danau itu. “Anak muda, apa yang kamu rasakan jika meminum air itu?”, Tanya kakek bijak. “Tentu kesejukan dan kesegaran yang aku rasakan.”, jawabnya mantap. “Kau benar anak muda, jika saja kita umpamakan gelas tadi dan danau ini hati kita, sedangkan garam adalah permasalahannya. Maka itu artinya permasalahan itu akan hilang dengan sendirinya atau tidak terasa apabila kita melapangkan hati kita. Segenggam garam akan terasa asin jika ditaruh dalam segelas air tapi tak berarti apa-apa jika ditaruh dalam danau ini. Begitu juga pada hati kita, beratnya permasalahan tidak akan menjadi penyakit hati apabila kita pandai melapangkan hati kita. Karena orang yang sempit hatinya pasti akan merasa hidup ini sangatlah berat.” Moral : Terima semua masalah dengan lapang dada…

Sabtu, 01 Desember 2012

Roy Sullivian

Dia berkali-kali kesamber petir. Selama hidupnya,dia pernah kesambar petir sebanyak 7 kali. Secara statistik, kemungkinan seorang manusia kesamber petir itu Cuma 1 banding 3000. jadi,kemungkinan seseorang kesamber petir 7 kali adalah 1 banding 22,000,000,000,000,000,000,000,000 !! bener-bener sial ni orang. Roy Sullivan adalah seorang tukang parkir di Virginia's Shenandoah National Park. Para ilmuan mengatakan kalau mungkin si roy Sullivan ini bekerja di tempat yang rawan petir. Tapi kesamber petir 7 kali dan masih sehat-sehat aja?? Wah manusia super nih. Sullivan pertama kali kesamber petir saat berada di menara pengawasan tahun 1942. petir menyambar pahanya. Sullivan juga pernah kesamber petir pas lagi nyetir mobil saat turun dari gunung, memancing, dan saat berada di ranger station. Di dalam ruangan aja dia bisa kesamber petir. Bayangin. Dosa apa sih kalau pada saat di ruangan, ada petir, dan petir itu “menyeleksi” dulu orang-orang yang bakal dia samber dan orang itu adalah lw! Setelah itu rambut Sullivan terbakar dan semenjak itu dia membawa-bawa air kemanapun dia pergi. 3 tahun kemudian dia kesamber petir lagi di mata kakinya. Bahkan istrinya Sullivan juga ikutan kena sambaran petir saat mereka berdua lagi bawa-bawa gantungan baju dari metal. Eeeh dua tahun kemudian si sullivan kesamber petir lagi. Tapi akhirnya Sullivan meninggal dunia pada umur 71 tahun. Dia tidak mati karena kesamber petir, tapi dia bunuh diri dengan cara menembak dirinya sendiri. Kasian ya. Karena dia ditinggal pergi wanita yang dicintainya ...

Pantang Menyerah

Tahun 1831 dia mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Tahun 1832 dia menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal. Tahun 1833 dia kembali bangkrut (kasian banget ya..). Tahun 1835 istrinya meninggal dunia. Tahun 1836 dia menderita tekanan mental yang sangat berat dan hampir saja masuk rumah sakit jiwa. Tahun 1837, dia kalah dalam suatu kontes pidato. Tahun 1840, ia gagal dalam pemilihan anggota senat AS. Tahun 1842, dia menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres AS. Tahun 1848 ia kalah lagi di kongres. Tahun 1855, lagi-lagi gagal di senat. Tahun 1856 ia kalah dalam pemilihan menduduki kursi wakil presiden. Tahun 1858 ia kalah lagi di senat. Tahun 1860 akhirnya dia menjadi presiden Amerika Serikat. Siapakah dia? Dialah Abraham Lincoln. Intinya adalah jangan pernah menyerah dengan berbagai kegagalan yang pernah dialami, bahkan seberat apapun cobaan itu. Coba dan coba lagi !!